Minggu, 22 November 2009

Perencanaan Pembelajaran

PENTINGNYA PERENCANAAN PEMBELAJAR


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Alloh swt karena berkat limpahan rahmat dan hidayanya penulis bias menyelesaikan tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika dengan baik.

Semua tenaga professional harus memiliki kemampuan professional dalam bidangnya, antara lain membuat desain dan perencanaan tentang hal-hal yang akan dikerjakannya. Maksudnya ialah agar pekerjaan yang dilakukannya dapat berhasil dengan baik. Kemampuan membuat desain dan perencanaan harus dimiliki oleh setiap tenaga kependidikan karena semua tenaga kependidikan menginginkan hasil pendidikan berjalan dengan baik.

Penulis mengucapkan terimah kasih kepada pihak-pihak yang terkait dalam membantu penulis menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang membangun penulis harapkan untuk perbaikan penulisan makalah yang akan datang.



BAB I
PENDAHULUAN


Pendidikan merupakan sesuatu hal yang mutlak ada dan harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat dimana pendidikan harus bertumpuh pada pemberdayaan semua komponen masyarakat melalui peran sertanya dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang dirumuskan secara jelas dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003, bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Menurut UU No 20 Tahun 2003 Pasal 36 Ayat 1 dan 2 Implementasi dari tujuan pendidikan tersebut, salah satunya ditentukan melalui pengembangan kurikulum berdasrakan standar nasional pendidikan dan berdasrakan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

Salah satu komponen yang mengacu pada prinsip tersebut adalah perencanaan proses pembelajaran yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 20 bahwa “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar
Peran seorang guru sangat penting dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus mampu memotivasi siswa dengan sebaik-baiknya dalam proses pembelajaran, karena inti suatu pembelajaran terletak pada interaksi guru dengan siswa. Dimana guru melakukan kegiatan mengajar sedang siswa melakukan kegiatan belajar. Sehingga interaksi guru dengan siswa disebut juga proses belajar mengajar. Oleh karena itu, adalah Penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar murid, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi para siswa.
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya adalah proses pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik, di pengaruhi oleh perencanaan yang baik pula.
Dalam kenyataan perencanaan pengajaran di Indonesia tidak jauh berbeda dengan perencanaan di sektor lain yang kesemuanya menginduk kepada pola perencanaan Bappenas. Perencanaan pengajaran di Indonesia merupakan suatu proses penyusunan alternatif kebijaksanaan mengatasi masalah yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang sosial ekonomi, sosial budaya dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh terhadap pendidikan nasional. Definisi ini memperlihatkan suatu tanggung jawab pendidikan yang besar sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa.
Suatu perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru harus menentukan skenario atau strategi atau biasa disebut langkah-langkah pembelajaran dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan bagi para siswa.
Agar pelaksanaan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien maka diperlukan suatu perencanaan yang tersusun secara sistematis. Agar terjadi keaktifan peserta didik dalam pembelajaran diperlukan proses belajar mengajar yang lebih bermakna dan dirancang dalam suatu skenario yang jelas.


BAB II
PEMBAHASAN


2. 1 PERAN DAN FUNGSI PERENCANAAN PENDIDIKAN

2. 1. 1 Dasar-dasar Perencanaan Pendidikan
a). Perencanaan, Manajeman, dan Administrasi
Perencanaan adalah suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan dan menetukan seperangkat keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi (peristiwa, keadaan, suasana, dan sebagainya) dan apa yang akan dilakukan (intensifikasi, eksistensifikasi, revisi, renovasi, subsitusi, kreasi, dan sebagianya). Kajian mengenai perencanaan selalu terkait dengan konsep manajemen dan administrasi, karena perencanaan merupakan unsur dan fungsi yang pertama dan utama dalam konsep manajemen maupun administrasi.

Hal-hal yang penting dalam menyusun suatu rencana, yaitu :
a. Berhubungan dengan masa depan,
b. Seperangkat kegiatan,
c. Proses yang sistematis, dan
d. Hasil serta tujuan tertentu.

Fungsi dari perencanaan adalah :
a. Sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian,
b. Menghindari pemborosan sumber daya,
c. Alat bagi pengembangan quality assurance, dan
d. Upaya untuk memenuhi accountability kelembagaan.

b). Konsep Dasar Perencanaan
Pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan kepadanya, karena hanya manusia yang dapat dididik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional, moral, serta keimanan dan ketakwaan manusia.

c). Konsep dasar Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan merupakan suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang optimal dalam suatu Negara. Terdapat empat hal yang menyangkut perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Tujuan yang akan dicapai dalam perencanaan,
b. Keadaan yang terjadi sekarang,
c. Alternatif pilihan kebijakan dan prioritas dalam mencapai tujuan, dan
d. Strategi penentuan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.

Perencanaan pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan untuk melihat masa depan dalam hal menentukan kebijakan. Prioritas dan biaya pendidikan dengan mempertimbangkan kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, social, dan politik untuk mengembangkan sistem pendidikan Negara dan peserta didik yang dilayani oleh sistem tersebut.

Jadi, secara konseptual bahwa perencanaan pendidikan itu sangat ditentukan oleh cara, sifat, dan proses pengambilan keputusan, sehingga nampaknya dalam hal ini terdapat banyak komponen yang ikut berproses didalamnya.

d). Analisis Posisi Perencanaan Pendidikan
Perencanaan merupakan alat pengubah dan pengendali perubahan, sedangkan pembangunan artinya mengubah untuk maju dan berkembang menuju arah tertentu. Ini berarti setiap upaya pembangunan memerlukan perencanaan dan setiap perencanaan adalah untuk mewujudkan upaya pembangunan. Karena itu pembangunan dan perencanaan dalam pengertian ini tidak dapat dipisahkan karena memang saling melengkapi dan saling membutuhkan. Ini berarti setiap upaya pembangunan memerlukan perencanaan, dan setiap perencanaan adalah untuk mewujudkan upaya pembangunan.

e). Mekanisme Perencanaan Pendidikan
Ditinjau dari posisi dan sifat serta karakteristik model perencanaan, perencanaan pendidikan itu ada yang bersifat terpadu, dan yang bersifat komprehensif, ada yang bersifat transaksional dan ada pula yang bersifat strategik.
Kegiatan perencanaan adalah kegiatan yang sistematik dan sequensial, karena itu kegiatan-kegiatan dalam proses penyusunan perencanaan dan pelaksanaan perencanaan memerlukan tahapan-tahapan sesuai dengan karakteristik perencanaan yang sedang dikembangkan.

2. 1. 2 Pentingnya Perencanaan dalam Manjemen Pendidikan

a). Sejarah Perencanaan
Gagasan mengenai perencanaan pendidikan sudah ada sejak jaman dahulu, meskipun sifatnya murni spekulatif. Tujuan pendidikan menurut plato adalah untuk kebahagian individu dan kesejahteraan Negara, sedangkan tugas pendidikan adalah untuk mencapai tujuan itu melalui lembaga-lembaga sosial dimana masing-masing individu harus menyesuaikan dengan tujuan itu melalui proses seleksi.

b). Karakteristik Perencanan
Pendidikan adalah suatu alat yang sangat kuat untuk mencapai perubahan dan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Hal-hal yang harus diperhatikan para pendidikan dan para perencanaan, yaitu :
a. Tenaga kerja,
b. Merencanakan dan menguasai penerimaan murid, kemudian output lulusan dan
hasilnya.

c). Pentingnya Perencanaan
Perencanaan dipandang penting dan diperlukan bagi suatu organisasi antara lain :
1. Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan.
2. Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal
dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui.
3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif
tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang
terbaik.
4. Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas.
5. Dengan adanya rencana, maka aka nada suatu alat pengukur atau standar untuk
mengadakan pengawasan.

2. 1. 3 Kondisi Aktual Perncanaan dalam Sistem Pendidikan Nasional

a). Peraturan dan Kebijakan dalam Perencanaan
Salah satu alat kebijakan pemerintah yang terindependensi dengan kebijakan-kebijakan publik lainnya adalah perencanaan pendidikan. Proses perencanaan pendidikan di Indonesia diarahkan pada relevansi, efisiensi, dan efektivitas,namun optimalisasi kinerja manajemen pendidikannya belum berjalan sesuai dengan harapan.

b). Penerapan Perencanaan dalam Sistem Pendidikan Nasional
Salah satu bentuk pelaksanaan dari perencanaan pendidikan di Indonesia adalah berkenaan dengan penerapan desentralisasi pendidikan yaitu Manajemen Berbasi Sekolah (MBS). Tujan utama MBS adalah meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Melalui penerapan MBS itu akan berimplikasi dan berdampak pula pada perubahan sistem perencanaan pendidikan yang ada di Indonesia. MBS memberikan kewenangan penuh kepada kepala sekolah dan guru dalam mengatur pendidikan dari pembelajaran, merencanakan, mengorganisasi, mengawasi, mempertanggungjawabkan, mengatur serta memimpin sumber daya manusia serta sarana lainnya dalam rangka membantu proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan sekolah. MBS juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, guru-guru, serta kebutuhan masyarakat setempat.

2. 1. 4 Perencanaan Pendidikan dalam Sistem Pendidikan Nasional

a). Pentingnya Posisi Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan menempati posisi strategis dalam keseluruhan proses pendidikan. Perencanaan pendidikan itu memberikan kejelasan arah dalam usaha proses penyelengaraan pendidikan, sehingga manajemen usaha pendidikan akan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan demikian seorang perencana pendidikan dituntut untuk memiliki kemampuan dan wawasan yang luas agar dapat menyusun sebuah rancangan yang dapat dijadikan pegangan dalam pelaksanaan proses pendidikan selanjutnya. Rancangan tersebut harus mampu mengidentifikasi berbagai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT).

b). Posisi Perencanaan Pendidikan Sistem Pendidikan Nasional yang Efektif
Tahapan-tahapan dalam perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Mendefinisikan permasalahan perencanaan pendidikan,
b. Analisis bidang telaahan permasalahan perencanaan,
c. Mengkonsepsikan dan merancang rencana,
d. Evaluasi rencana,
e. Menentukan rencana,
f. Implementasi rencana, dan
g. Evaluasi implementasi rencana dan umpan baliknya.

2. 2 PROSES PERENCANAAN PENDIDIKAN

2. 2. 1 Mendefinisikan Permasalahan Perencanaan Pendidikan
a). Ruang Lingkup Permasalahan Pendidikan
Gambaran dan batasan permasalahan pendidikan sangat penting dan strategis, karena setiap kegiatan yang akan dirumuskan dalam proses perencanaan

harus diarahkan dalam kerangka pemecahan masalah.

Ruang lingkup permasalahan pendidikan, meliputi :
1. Kebutuhan akan perencanaan pendidikan,
Kebutuhan akan perencanaan muncul sebagai akibat semakin intensif dan
kompleksnya permasalahan yang muncul dalam masyarakat.
2. Pengertian permasalahan perencanaan pendidikan,
Terdapat tiga hal pokok yang harus diketahui dan diperhatikan, untuk
memberikan pemahaman tentang pengertian perencanaan pendidikan meliputi :
karakteristik perencanaan pendidikan, dimensi perencanaan pendidikan dan
hambatan perencanaan pendidikan.
3. Karakteristik perencanaan pendidikan,
Perencanaan hanya dapat mengacu kepada persiapan pembelajaran, yang
intinya kepedulian terhadap lingkungan dari komunitas manusia, sehingga
seorang perencana harus mengetahui nilai-nilai, tujuan, dan struktur sosial dari
komunitas dengan tujuan untuk melayaninya secara memadai.
4. Dimensi perencanaan pendidikan,
Dimensi-dimensi perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Significance, yaitu tingkat kebermaknaan yang tergantung dari kepentingan
social dari tujuan pendidikan yang diusulkan.
b. Feasibility, yaitu kelayakan teknis dan perkiraan biaya merupakan aspek
yang harus dilihat secara realistik.
c. Relevance, yaitu konsep relevan mutlak perlu bagi implementasi rencana
pendidikan.
d. Definitiveness, yaitu penggunaan teknik simulasi untuk menjalankan rencana
dengan menggunakan data model buatan, tujuannya adalah untuk
meminimumkan kejadian yang tidak diharapkan yang akan mengalihkan
sumber daya dari tujuan yang direncanakan.
e. Parsimoniusness, yaitu perencanaan haruslah digambarkan secara sederhana.
f. Adaptability, yaitu perencanaan pendidikan haruslah dinamis dan dapat
berubah sesuai informasi sebagai umpan.
g. Time, yaitu siklus alamiah pokok bahasan pada perencanaan,

kebutuhanuntuk merubah situasi yang tidak dapat dipukul, keterbatasan
perencanaan pendidikan dalam meramalkan masa depan merupakan beberapa
faktor yang berkaitan dengan waktu.
h. Monitoring, yaitu melibatkan penegakkan kriteria pendidikan untuk
menjamin berbagai komponen rencana bekerja secara efektif.
i. Subject matter, yaitu pokok-pokok bahasan yang akan direncanakan.
5. Kendala-kendala dalam perencanaan pendidikan,
Kendala memegang peranan yang sangat penting dalam mendefinisikan arti
perencanaan pendidikan, yang utamanya meliputi: politik, ekonomi, dan waktu.
6. Makna permasalahan perencanaan pendidikan.
Perencanaan pendidikan terlihat sebagai perwujudan dari kecenderungan kearah
kegiatan menusia. Tujuan perencanaan pendidikan adalah untuk mencapai
efisiensi pada proses penyelesaian masalah.

b). Pengkajian Sejarah Perencanaan Pendidikan
Perncanaan berorientasi pada masa depan dan meliputi analisi yang menyeluruh (komperehensif) tentang masa kini, dan juga kekuatan-kekuatan sejarah yang membentuk perkembangannya. Dalam perencanaan, tanpa adanya sejarah, maka tidak akan didapatkan momentum untuk melakukan sesuatu menuju masa depan.

c). Kesenjangan antara Kenyataan dengan Harapan dalam Perencanaan
Pendidikan
Secara umum suatu perencanaan meliputi :
a. Lingkup dan cakupan bidang permasalahan,
b. Rentang permasalahan termasuk didalamnya perencanaan penyelasaian,
c. Akibat yang ditimbulkan, analisis permasalahan serta upaya penyelesaiannya,
d. Perhatian secara umum atas keberadaan masalah dan penyelesaiannya.

Perencanaan pendidikan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, perubahan sikap kerja, tumbuhnya sinergi dari berbagai lembaga, kemajemukan di antara kepentingan individu, serta adanya berbagai penyelesaian terhadap masalah-masalah penduduk yang berada di pinggiran kota. Perencanaan pendidikan harus berorientasi terhadap program siswa yang berstruktur dengan kondisi yang relevan dengan lingkungan sekitarnya. Perencanaan pendidikan dipandang perlu untuk melibatkan berbagai tingkatan (stakeholders) yang ada di masyarakat.

d). Sumber daya dan Hambatannya dalam Perencanaan Pendidikan
Sumber daya dan hambatan merupakan dua bagian penting yang perlu diidentifikasi dan dikenali dalam perumusan sebuah perencanaan pendidikan. Untuk menghasilkan atau mencapai solusi optimal suatu perencanaan tergantung pada ketersediaan sumber daya dan karakter hambatan yang ada, baik secara individu maupun kelembagaan.

e). Menentukan Komponen-komponen dari Perencanaan Pendidikan beserta
Prioritasnya
Perencanaaan pendidikan terdiri atas dua komponen dasar yaitu proses perencanaan dan isi perencanaan. Satu metode untuk mengidentifikasi, menganalisa, mendesain, mengevaluasi dan mengawasi komponen-komponen tersebut adalah pendekatan sistem

2. 2. 2 Mengevaluasi Rencana-Rencana

a). Perencanaan Melalui Simulasi
Tujuan melakukan simulasi suatu perencanaan pendidikan adalah untuk memberikan suatu metode dalam mengamati (visualisasi) berbagai perilaku komponen perencanaan. Simulasi adalah sebuah istilah yang menggunakan model-model, yang didalamnya terdapat pengertian tentang hubungan yang telah diidentifikasi.

1. Hakikat Simulasi
Simulasi perencanaan pendidikan adalah sebuah replikasi atau visualisasi dari
perilaku sebuah sistem. Simulasi itu adalah sebuah model yang berisi
seperangkat variable yang menampilkan ciri utama dari sistem kehidupan yang
sebenarnya.
Terdapat 3 model utama simulasi yang dapat dioperasikan, yaitu :
a. Model Perubahan berkelanjutan (Continuously Changing Model), yaitu sebuah
model yang variabel-variabelnya berubah secara terusmenerus dalam waktu.
b. Model Periode Tertentu (Fixed Period Model), yaitu suatu model dimana waktu
dipisahkan ke dalam serangkaian periode yang terbatas, dan variable-
variabelnya diperboleh untuk berubah hanya pada akhir periode.
c. Model Peristiwa Terpisah-pisah (Discrete Event Model), yaitu suatu model
dimana variable-variabel kuantitasnya yang menampilkan keadaan yang terjadi
hanya pada batas-batas waktu tertentu dan dikenal sebagai event (peristiwa).

2. Beberapa Model Pendekatan yang Dipakai dalam Simulasi
Model yang dipakai dalam simulasi meliputi :
1. Model simulasi untuk dimensi orang-orang,
2. Model simulasi untuk tempat-tempat,
3. Model-model simulasi untuk pergerakan-pergerakan,
4. Model-model simulasi yang digunakan untuk ekonomi, dan
5. Model simulasi untuk kegiatan-kegiatan (activities).

b). Mengevaluasi Rencana-rencana (Evaluating Plans)
Beberapa teknik yang digunakan untuk evaluasi perencanaan pendidikan , yaitu :
a. Matriks yang dipilih (preferences),
b. Pemetaan peringkat,
c. Pembobotan sejumlah besar sasaran,
d. Skala penilaian ordinal,
e. Matriks evaluasi, dan
f. Metode pemeringkatan dan pembobotan.

c). Memilih Suatau Perencanaan (Selecting a Plan)
Setiap perencanaan hendaknya mencapai tujuannya dengan memadukan semua unsur, sehingga tujuan itu tercapai dan hasilnya harusmenunjukan imbalan yang berkaitan dengan perencanaan yang sistematis. Perencanaan pendidikan yang komprehensif harus melibatkan unsur-unsur fisik, sosial, dan ekonomi yang saling berkaitan dan hendaknya diperlakukan sebagai sistem yang terpadu. Bagian penting dari suatu perencanaan pendidikan yang komprehensif adalah proses fisisk, sosial, dan administratif menunjukkan perlunya koordinasi, flesibilitas, dan pemilihan waktu komitmen dan berbagai fungsi.

2. 2. 3 Menspesifikasikan Rencana

a). Perumusan Masalah
Rumusan masalah yang jelas diperlukan dalam penyusunan perencanaan yang kmprehensif. Perencanaan muncul sebagai aktivitas keikutsertaan (participatory) dari orang yang akan dilayani oleh lingkungan dan yang akan dipengaruhi oleh lingkungan yang memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam merencanakan modifikasi atau pengembangan lingkungan tersebut. Perencanaan pendidikan memberikan rekomendasi mengenai serangkaian tindakan yang mencapai tujuan yang diinginkan.
Jenis-jenis perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Perencanaan pendidikan adaptif,
Perencanaan pendidikan adaptif terjadi karena adanya tanggapan pada suatu
pengembangan yang dilakukan secara eksternal.
b. Perencanaan pendidikan kontingensi,
Perencanaan pendidikan kontingensi merupakan pendekatan yang ditujukan
untuk menciptakan kondisi yang pengaruhnya dapat dielakkan dan diserap
dengan biaya atau kerugian minimal.
c. Perencanaan pendidikan kompulsif,
Perencanaan pendidikan kompulsif menentukan perincian mengenai apa yang
seharusnya dan apa yang diharapkan akan dilakukan. Alat utamanya adalah
imbalan (reward) jika berhasil dan hukuman jika tidak berhasil.
d. Perencanaan pendidikan manipulatif,
Perencanaan pendidikan manipulative mengandalkan berbagai jenis instrumen
untuk mendapatkan suatu keuntungan.
e. Perencanaan pendidikan indikatif,
Perencanaan pendidikan indikatif menyebarkan informasi yang dimaksudkan
untuk memberisinyal yang benar kepada individu dengan harapan agar pada
gilirannya akan mengambil tindakan yang tepat.
f. Perencanaan pendidikan bertahap (incremental),
Perencanaan pendidikan bertahap adalah perencanaan yang mengambil langkah
pendek, mengoreksi kesalahan saat perencanaan itu dilaksanakan.
g. Perencanaan otonomi,
Perencanaan pendidikan otonomi merupakan perencanaan yang dilakukan oleh
diri sendiri dan bukan sebagai bagian dari perencanaan lainnya.
h. Perencanaan pendidikan perbaikan/pemulihan, (amelioratif),
Perencanaan pendidikan amelioratif dirancang untuk memulihkan pada keadaan
semula, tanpa pertimbangan mengenai apa yang mungkin terjadi.
i. Perencanaan pendidikan normatif,
Perencanaan pendidikan normatif merupakan perencanaan jangka panjang.
j. Perencanaan pendidikan fungsional, dan
Perencanaan pendidikan fungsional memusatkan pada aspek tertentu dari
seluruh masalah.
k. Pemprograman pendidikan.
Program pendidikan menentukan pencapaian target, kebutuhan program dan
kebutuhan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu.

b). Pelaporan Hasil
Spesifikasi umum untuk penyajian grafik atau statistik antara lain adalah klasifikasi umum, seperti wilayah pemukiman dengan suatu skema yang menunjukkan kepadatan tinggi, sedang dan rendah, wilayah perdagangan, jenis-jenis transportasi local, pusat, dan regional, listrik, telepon, air (utilities), komunikasi dan kelompok industri.



2. 2. 4 Mengimplementasikan Rencana

a). Penyiapan Program
Perencanaan kebijakan pendidikan menyangkut pengembangan pedoman umum tindakan oleh sekelompok orang tertentu (elected efficials). Perencanaan program pendidikan menyangkut persiapan rencana-rencana yang spesifik disertai prosedur-prosedur untuk diterapkan oleh institusi/organisasi administrasi pendidikan dalam kerangka sistem pendidikan yang ada. Sedangkan perencanaan program pendidikan menyangkut persiapan rencana-rencana yang spesifik disertai prosedur-prosedur untuk diterapkan oleh institusi/organisasi administrasi pendidikan dalam kerangka sistem pendidikan yang ada.

b). Persetujuan Perencanaan: Pertimbangan Legal
Sebagai sebuah kebijakan, rencana pendidikan akan mengarahkan proses pembuatan keputusan dengan memperhatikan pengembangan program-program pendidikan dan alat-alat yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Perencanaan pendidikan yang komprehensif merupakan konstitusi yang tidak permanen dan kumpulan prinsip-prinsip pendidikan fundamental. Oleh karena itu, rencana harus mengembangkan keseluruhan fungsi. Sebuah justifikasi legal dibutuhkan untuk persetujuan, pelaksanaan, dan review, semua terintegrasi dalam siklus kerja.

c). Pengaturan Unit-unit Operasional
Perencanaan pendidikan mempunyai sejumlah masalah yang unik, sehingga tidak ada satu bentuk perencanaan tertentu dapat dilaksanakan dan diorganisasikan yang akan menjamin efektivitas agensi.
1. Pengorganisasian Unit-unit Operasional
Dalam mengorganisasikan unit-unit operasional perencanaan pendidikan
memiliki keterampilan metodologis, berupaya menjangkau seluruh kepentingan
pendidikan dengan kriteria yang obyektif dan rasional. Sebuah perencanaan
mengandung banyak bagian, peran, pelaku dan kerjasama untuk mencapai
tujuan dan sasaran pendidikan, yang dibutuhkan dalam perencanaan adalah
kerjasama dan kesamaan pikiran sebelum proyek tersebut dimulai.

2. Kerjasama dalam Pelaksanaan Rencana Pendidikan
Variasi situasi kerjasama dapat diinterpretasikan dalam 5 (lima) kerjasama,
yaitu :
a. Kerjasama antara orang,
b. Kerjasama berkaitan dengan tempat,
c. Kerjasama berkaitan dengan perubahan atau gerakan,
d. Kerjasama berkaitan dengan ekonomi, dan
e. Kerjasama berkaitan dengan aktivitas.

3. Mengkoordinasikan Pelaksanaan Rencana Pendidikan
Koordinasi adalah proses penjadwlana kegiatan untuk menghilangkan konflik
agar tujuan dapat tercapai. Mengkoordinasikan kegiatan yang berbeda dalam
tujuan agensi pendidikan yang beragam merupakan esensi perencanaan
pendidikan yang komprehensif dengan tujuan untuk menerjemahkan tujuan
perencanaan pendidikan yang komprehensif ke dalam program-program
praktis.
4. Pengendalian Rencana Pendidikan
Pengawasan akan berkaitan langsung dengan jalannya perencanaan secara
keseluruhan. Masalahnya adalah satu yaitu mengintegrasikan keseluruhan,
menemukan keseimbangan di antara syarat-syarat kegiatan tunggal.

2. 2. 5 Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Perencanaan Program
Pengajaran

Penyusunan program pengajaran bertujuan agar pelaksanaan pengajaran berjalan lebih lancar dan hasilnya lebih baik. Kurikulum, terutama perangkat pembelajarannya menjadi acuan utama di dalam penyusunan atau perencanaan suatu program pengajaran, namun kondisi sekolah dan lingkungan sekitar, kondisi siswa dan guru merupakan hal-hal penting yang juga perlu diperhatikan dalam perencanaan atau penyusunan suatu program pengajaran, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kurikulum terutama perangkat pembelajarannya. Dalam perangkat pembelajaran telah tercantum Standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, tujuan pembelajaran, indikator serta alokasi waktu untuk mengajar materi tersebut. Dalam penyusunan program semester, rincian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan diberikan, perlu juga memperhatikan waktu yang tersedia. Jika waktu yang tersedia cukup banyak maka indikator yang akan disampaikan dapat lebih banyak, tetapi jika waktu sedikit maka indikator yang akan diberikan dibatasi. Demikian juga pada waktu menyusun bahan ajar dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), luasnya bahan dan banyaknya aktivitas belajar perlu disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

Perencanaan program pengajaran juga perlu memperhatikan keadaan sekolah, terutama tersedianya sarana-prasarana dan alat bantu pelajaran, karena keduanya menjadi pendukung terlaksananya berbagai aktivitas belajar siswa.
Guru tidak mungkin melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam praktek menggunakan komputer apabila di sekolah itu tidak tersedia computer. Demikian juga halnya guru tidak mungkin menyuruh siswa-siswa mengadakan pengamatan terhadap tanaman, jika di sekolah/sekitar sekolah tidak ada taman.

Dalam program pengajaran, baik program semester maupun program mingguan/harian dapat dipandang sebagai suatu skenario tentang apa yang harus dipelajari siswa dan bagaimana mempelajarinya. Agar materi dan cara belajar ini sesuai dengan kondisi siswa, maka penyusunan program rencana pembelajaran perlu disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan siswa. Keluasan dan kedalaman materi pelajaran serta aktivitas belajar yang direncanakan guru perlu disesuikan dengan kemampuan dan perkembangan siswa. Secara umum, siswa dalam satu kelas terbagi atas tiga kelompok, yaitu kelompok pandai atau cepat belajar, sedang dan kelompok kurang atau lambat belajar. Bagian yang terbanyak adalah yang kelompok sedang, maka penyusunan materi hendaknya menggunakan kriteria sedang ini. Untuk mengatasi variasi pengetahuan siswa, maka guru perlu menggunakan metode atau strategi mengajar yang bervariasi pula.
Guru dituntut memiliki kemampuan dalam segala hal yang berkenaan dengan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Kalau pada suatu saat seorang guru memiliki kekurangan, maka ia dituntut untuk segera belajar/meningkatkan kemampuan dirinya. Bagi guru-guru yang masih sangat sedikit pengalaman mengajarnya, perlu mendapat perhatian dengan diikutkan dalam pelatihan-pelatihan sehingga kemampuannya dapat ditingkatkan.


BAB III
KESIMPULAN


Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya adalah proses pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik dipengaruhi oleh perencanaan yang baik pula.

Suatu perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang harus dilakukan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru harus menentukan skenario atau strategi atau biasa disebut langkah-langkah pembelajaran dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan bagi para siswa.

Dalam pembelajaran, guru perlu memahami kondisi siswa dengan memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat bagi siswa. Agar seorang guru dapat memberikan perlakuan mendidik yang diharapkan, digunakan beberapa prinsip dalam pengajaran. Prinsip pengajaran yang diberikan biasanya mengacu pada teori-teori belajar atau konsep psikologi tertentu.

Dalam perencanaan program pengajaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan pengajaran dapat berjalan lebih lancar dan hasilnya dapat lebih baik, yaitu : Kurikulum, kondisi sekolah, kemampuan dan perkembangan siswa serta keadaan guru. Apabila hal-hal tersebut diperhatikan dan dilaksanakan maka diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA


Harjanto. 1997. Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Ibrahim, R dan Nana Syaodih S. 2003. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Masnur Muslich. 2007. KTSP, Dasar Pengembangan dan Pengembangan.
Jakarta : Bumi Aksara

Oemar Hamalik. 2001. Proses Belajar Mengajari. Jakarta : Bumi Aksara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar