Jumat, 11 Desember 2009

Pengertian, Tujuan, dan Faktor yang Mempengaruhi Tugas Perkembangan

Pengertian, Tujuan, dan Faktor yang Mempengaruhi Tugas Perkembangan

Tugas perkembangan atau development tasks menurut Havighurst (Rifai, 1984) adalah ”tugas-tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu tersebut menjadi berbahagia”. Memang ada tugas perkembangan tertentu yang dapat dan harus dipelajari dalam waktu khusus pada periode perkembangan tertentu, tetapi ada juga yang perlu dipelajari dalam waktu yang tidak terbatas. Misalnya, belajarberjalan dipelajari pada tugas perkembangan periode kanak-kanak awal, sedangkan kemampuan bersosialisasi perlu dipelajari sepanjang rentang kehidupan seseorang.

Havighurst (Hurlock, 1991) juga membagi tugas-tugas perkembangan
sepanjang rentang kehidupan atas tugas-tugas perkembangan pada


masa bayi dan
awal masa kanak-kanak, akhir masa kanak-kanak, masa remaja, awal masa dewasa,
masa usia pertengahan, dan masa tua. Pada setiap periode terdapat tugas-tugas
perkembangan yang berbeda-beda, tetapi berkelanjutan. Seseorang yang tidak dapat
menyelesaikan tugas perkembangan pada tahap tertentu tidak akan mencapai
kebahagiaan dalam hidupnya. Demikian juga, seseorang akan menghadapi persoalan
apabila mengalami kelambatan ataupun kecepatan dalam menyelesaikan tugas
perkembangan sesuai periodenya.

Menurut Hurlock (1990), tujuan mempelajari tugas perkembangan ialah: (1)
mendapatkan petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan
masyarakat dari mereka pada periode usia-usia tertentu; (2) memberikan motivasi
kepada individu untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok
sosial pada usia tertentu sepanjang kehidupannya; serta (3) menunjukkan kepada
individu tentang apa yang akan dihadapi dan tindakan apa yang diharapkan kalau
sampai pada tingkat perkembangan berikutnya.

Tugas perkembangan pada setiap periode perkembangan manusia dipengaruhi oleh tiga faktor berikut.
1. Faktor tuntutan kebudayaan dalam bentuk kekuatan-kekuatan, norma hidup,
harapan-harapan dalam bentuk cita-cita, nilai-nilai ideal, dll dalam kehidupan
individu yang sedang berkembang. Tuntutan kebudayaan ini mengakibatkan
orang yang sedang dalam proses perkembangan harus melakukan sesuatu untuk
memenuhinya agar dapat diterima dalam kelompok masyarakat budaya tersebut.
Misalnya, masyarakat di kota besar mulai menyekolahkan anaknya ketika berusia
tiga atau empat tahun di Kelompok Bermain ataupun Taman Kanak-kanak. Jika
anak berusia lima tahun belum bersekolah akan berdampak pada diri anak. Anak
merasakan ada sesuatu yang kurang lengkap, anak merasa kurang bahagia, dan
akan mengalami kesulitan belajar di SD kelas 1. Keadaan ini menuntut orang tua
untuk menyekolahkan anak-anak mereka lebih awal.

2. Kematangan fisik turut menentukan dalam munculnya tugas-tugas perkembangan pada periode usia-usia tertentu, di samping kondisi kesehatan dan kecacatan. Misalnya keterampilan bermain dalam kelompok pada anak SD kelas 3 sangat tergantung pada kondisi kesehatan fisik dan kematangan sosial. Anak yang cacat anggota tubuhnya (kaki atau tangan) akan mengalami kesulitan ketika melakukan kegiatan bermain, yang selanjutnya berdampak pada perkembangan sosialnya.

3. Kepribadian seseorang antara lain intelegensi, minat, sikap, kecenderungan
sosial emosional, sifat dan karakter, dll. Misalnya seorang anak akan berprestasi
dalam bidang akademik di SD/MI, kalau ia mempunyai kemampuan akademik
yang baik, sifat tekun dan rajin belajar, dan motivasi untuk mencapai prestasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar