Jumat, 11 Desember 2009

Karakteristik Perkembangan pada Masa Puber (11/12 – 14/15 tahun)

Karakteristik Perkembangan pada Masa Puber (11/12 – 14/15 tahun)

Masa puber adalah suatu periode tumpang tindih antara masa anak akhir dan
masa remaja awal. Periode ini terbagi atas tiga tahap, yaitu tahap: prapuber, puber,
dan pascapuber. Tahap prapuber bertumpang tindih dengan dua tahun terakhir masa
anak akhir. Tahap puber terjadi pada batas antara periode anak dan remaja, di mana
ciri kematangan seksual semakin jelas (haid dan mimpi basah). Tahap pascapuber
bertumpang tindih dengan dua tahun pertama masa remaja.

Pada masa puber yang waktunya relatif singkat (2-4 tahun) ini terjadi pertumbuhan dan perubahan yang sangat pesat dan mencolok dalam

proporsi tubuh, sehingga menimbulkan keraguan dan perasaan tidak aman pada anak puber. Dampak lebih lanjut, anak mengambil sikap ”anti” terhadap kehidupan, dan mengalami kehilangan sifat-sifat baik sebelumnya yang terjadi pada masa anak.
Tak heran jika ada yang menyebut masa ini sebagai fase negatif. Perubahan fisik/tubuh anak puber yang sangat pesat berkenaan dengan perubahan ukuran tubuh (tinggi dan berat badan), proporsi tubuh (perbandingan bagian-bagian tubuh), dan ciri-ciri seks primer (organ-organ reproduksi), dan ciri-ciri seks sekunder (rambut, otot, suara, payudara, dll). Perubahan fisik yang cepat dan mencolok ini mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku anak puber.

Karakteristik puber antara lain: sikap menarik diri dan menyendiri; merasa bosan melakukan kegiatan permainan pada masa anak; inkoordinasi gerakan yang mengakibatkan kecanggungan; antagonisme sosial yang membuat anak sulit bekerjasama dan sering membantah atau menentang; emosi meninggi sehingga puber cenderung merasa sedih, marah, gelisah, khawatir, kurang percaya diri; dan ada juga yang cenderung berpenampilan sangat sederhana dan bersahaja. Perubahan fisik dan sikap puber ini berakibat pula pada menurunnya prestasi belajar, permasalahan yang terkait dengan penerimaan dan konsep diri, serta persoalan dalam berhubungan dengan orang di sekitarnya.

Selain karakteristik sikap puber yang umum, ada juga sikap karakteristik
puber yang dapat menimbulkan masalah. Hal ini dikarenakan anak puber mengalami
matang lebih awal atau terlambat. Matang lebih awal kurang menguntungkan bagi
anak perempuan daripada anak laki-laki. Anak perempuan yang matang lebih awal
menjadi salah tingkah dan berperilaku lebih dewasa sehingga sikapnya menjadi genit
dibanding-kan dengan anak seusianya. Sebaliknya, anak laki yang matang terlambat
sering merasa ketakutan tidak akan pernah menjadi dewasa.

Sebaiknya orang dewasa mempersiapkan anak pada masa anak akhir untuk
memasuki masa puber dengan menjadi teman bagi anaknya dan memberikan
informasi mengenai perubahan fisik dan psikis yang akan terjadi pada masa puber.
Anak puber perlu didampingi agar dapat menerima tubuhnya yang berubah sangat
pesat. Demikian juga, orang dewasa perlu memahami sikap perilaku anak puber yang
kadang menarik diri, emosional, perilaku negatif dll, serta membantunya agar anak
dapat menerima peran seks dalam kehidupan bersosialisasi dengan orang/masyarakat
di sekitarnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar